Thursday, July 31, 2008

Semangat Mubes PPI Maroko

Oleh: Arwani Syaerozi*

Ketika Steering Committee (SC) mengadakan rapat perdana (Kamis, 24/7/08), saya dan teman-teman dalam tim mencoba merancang kerangka perhelatan tahunan kali ini. Setelah hari dan tanggal perhelatan ditetapkan, tema besar yang diangkat dalam Musyawarah Besar (MUBES) ke XI pun disepakati. Kemudian dengan melihat realitas dan wacana yang berkembang, tema kali ini adalah: "Melalui regenerasi, kita kembangkan potensi dan semangat berorganisasi".

Pergantian pucuk pimpinan organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko yang tinggal menghitung hari, adalah di antara Sunnatullah yang dimanifestasikan melalui perhelatan akbar tahunan ini. Dan dalam momen ini juga, kinerja kepengurusan lama akan dinilai, rancangan program kerja kepengurusan berikutnya akan dibahas, dan konstitusi organisasi yang tercermin dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) akan ditinjau ulang, semua ini sebagai proses untuk membawa komunitas lebih profesional dalam berorganisasi, sekaligus meng- update dalam berserikat.

Semenjak PPI Maroko mengemban amanat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia (BK-PPI) se Timur Tengah dan Sekitarnya setahun yang lalu (2007), mau tidak mau potensi dan semangat berorganisasi komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di Maroko harus kembali digenjot. Sebab jejaring dengan "dunia luar", kecakapan dalam menata manajemen organisasi, dan kecerdasan dalam membaca peluang serta menampung aspirasi, mutlak membutuhkan personal-personal yang mumpuni dan solid dalam bekerja.

Ada banyak aspirasi dan ide brilyan yang dimiliki oleh beberapa teman kita selama perjalanan kepengurusan 2007-2008, ada inovasi dan pandangan cemerlang yang mengiringi hari-hari berorganisasi. Di sisi lain, ada benih-benih "kelelahan" dan nuansa monoton dalam berorganisasi, ada provokasi dan emosi yang meluap-luap, bahkan ada pula yang memandang remeh hidup berorganisasi, padahal kita semua sadar bahwa manusia adalah makhluk sosial yang lebih singkron dengan pilihan hidup berorganisasi.

Semua ini adalah fenomena riil yang hadir ditengah-tengah kita, kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri, kecenderungan yang perlu segera direspon dalam format idealnya, bukan malah diremehkan atau sengaja dibungkam dan dimarjinalkan. Dalam tahapan ini, adagium rakyat yang menyatakan "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit" sangat tepat untuk kita jadikan sebagai pijakan dalam memulai langkah menuju titik ideal. Yang di situ tercipta sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi etika berorganisasi.

Bagaimana pun, di antara fungsi organisasi sebagai proses kaderisasi kepemimpinan telah mengharuskan kita serius untuk terjun di dalamnya. Nus-nus (setengah-setengah) akan menghasilakn result yang tanggung, atau mengutip dialek orang Maroko "waluu ya…akhuy…!", dan bukankah "man jadda wajad" (siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil). Demikian juga dengan keberhasilan PPI Maroko dalam menahkodai BK-PPI se Timur Tengah dan Sekitarnya, semua tergantung pada keseriusan dan kesungguhan kita.

Akhirnya, melalui perhelatan MUBES XI PPI Maroko yang akan diselenggarakan beberapa hari kedepan, semoga saja bermacam aspirasi anggotanya bisa ditampung untuk didiskusikan, beragam potensi yang dimiliki oleh individu-individu anggotanya mampu dikembangkan, dan tentunya semangat berorganisasi teman-teman bisa kembali dikobarkan. Yang pada gilirannya akan tercipta kader-kader bangsa yang mengusai medan sesuai zaman. Semoga dan semoga…..


*dipublikasikan di bulletin mubes PPI Maroko